Minggu, 20 Februari 2011

Objek wisata di Kota Garut Jawa Barat


Paraglaiding Gn. Haruman 

SKW : Cangkuang
Kecamatan : Kadungora
Jenis Wisata : alam/sport
Daya Tarik : paraglaiding

Candi Cangkuang 
SKW : Cangkuang
Kecamatan : Leles
Jenis Wisata : Alam, Budaya
Daya Tarik : Candi. Situ, Danau

Curug Cimandi Racun 
SKW : Cangkuang
Kecamatan : Leles
Jenis Wisata : Alam
Daya Tarik : Curug, Air Terjun

Kampung Pulo 
SKW : Cangkuang
Kecamatan : Leles
Jenis Wisata : Alam, Budaya
Daya Tarik : Kampung Adat

Makam Jafar Umar Sidik 
SKW : Cangkuang
Kecamatan : Leuwigoong
Jenis Wisata : Budaya
Daya Tarik : Makam, Peninggalan Sejarah

Objek Wisata Situ Bagendit 
SKW : Cipanas
Kecamatan : Banyuresmi
Jenis Wisata : Alam
Daya Tarik : Situ, Danau, Taman Rekreasi

Curug Citiis 
SKW : Cipanas
Kecamatan : Tarogong Kaler
Jenis Wisata : Alam
Daya Tarik : Curug, Air Terjun

Gunung Guntur 
SKW : Cipanas
Kecamatan : Tarogong Kaler
Jenis Wisata : Alam
Daya Tarik : Panorama Alam

Taman Rekreasi dan Kolam Renang Cipanas 
SKW : Cipanas
Kecamatan : Tarogong Kidul
Jenis Wisata : Buatan
Daya Tarik : Taman Rekreasi, Kolam Renang Air Panas, Joging

Kawah Darajat 
SKW : Kawah Darajat
Kecamatan : Pasirwangi
Jenis Wisata : Alam
Daya Tarik : Kawah

Makam Keramat Godog 
SKW : Makam Godog
Kecamatan : Karangpawitan
Jenis Wisata : Budaya
Daya Tarik : Makam, Peninggalan Sejarah

Makam Linggaratu 
SKW : Makam Godog
Kecamatan : Karangpawitan
Jenis Wisata : Budaya
Daya Tarik : Makam, Peninggalan Sejarah

Makam Keramat Cinunuk 
SKW : Makam Godog
Kecamatan : Wanaraja
Jenis Wisata : Alam
Daya Tarik : Makam, Peninggalan Sejarah, Ziarah

Talaga Bodas
SKW : Makam Godog
Kecamatan : Wanaraja
Jenis Wisata : Alam
Daya Tarik : Telaga, Danau

Curug Cihanyawar 
SKW : Ngamplang
Kecamatan : Cilawu
Jenis Wisata : Alam
Daya Tarik : Curug, Air Terjun

Golf Course Flamboyan 
SKW : Ngamplang
Kecamatan : Cilawu
Jenis Wisata : Alam
Daya Tarik : Pemandangan, Rekreasi

Perkebunan Teh Dayeuh Manggung 
SKW : Ngamplang
Kecamatan : Cilawu
Jenis Wisata : Alam
Daya Tarik : Pekebunan Teh

Kampung Dukuh 
SKW : Pameungpeuk
Kecamatan : Cikelet
Jenis Wisata : Alam,Budaya
Daya Tarik : Kampung Adat

Pantai Gunung Geder 
SKW : Pameungpeuk
Kecamatan : Cikelet
Jenis Wisata : Alam
Daya Tarik : Panorama pantai

Pantai Manulusu 
SKW : Pameungpeuk
Kecamatan : Cikelet
Jenis Wisata : Alam
Daya Tarik : Panorama Pantai

Pantai Pasir Putih Gunung Geder 
SKW : Pameungpeuk
Kecamatan : Cikelet
Jenis Wisata : Pantai
Daya Tarik : Pantai landai pasir putih

Pantai Santolo 
SKW : Pameungpeuk
Kecamatan : Cikelet
Jenis Wisata : Alam
Daya Tarik : Panorama Pantai

Curug Neglasari 
SKW : Pameungpeuk
Kecamatan : Cisompet
Jenis Wisata : Alam
Daya Tarik : Panorama Pantai

Pantai Sayang Heulang 
SKW : Pameungpeuk
Kecamatan : Pameungpeuk
Jenis Wisata : Alam
Daya Tarik : Pantai

Arung Jeram S. Cimanuk 
SKW : Papandayan
Kecamatan : Bayongbong
Jenis Wisata : Alam/Minat Khusus
Daya Tarik : Arung Jeram

Situs Ciburuy 
SKW : Papandayan
Kecamatan : Bayongbong
Jenis Wisata : Budaya
Daya Tarik : Kampung Adat

Curug Orok 
SKW : Papandayan
Kecamatan : Cikajang
Jenis Wisata : Alam
Daya Tarik : Curug, Air Terjun

Kawah Papandayan 
SKW : Papandayan
Kecamatan : Cisurupan
Jenis Wisata : Alam
Daya Tarik : Kawah

Pantai Cijayana 
SKW : Rancabuaya
Kecamatan : Bungbulang
Jenis Wisata : Alam
Daya Tarik : Pantai

Pantai Rancabuaya 
SKW : Rancabuaya
Kecamatan : Caringin
Jenis Wisata : Alam
Daya Tarik : Pantai

Arung Jeram S. Cikandang 
SKW : Rancabuaya
Kecamatan : Pakenjeng
Jenis Wisata : Alam/Minat Khusus
Daya Tarik : Arung Jeram

Curug Sanghiyang Taraje 
SKW : Rancabuaya
Kecamatan : Pamulihan
Jenis Wisata : Alam
Daya Tarik : Air Terjun

Leuweung Sancang 
SKW : Sancang
Kecamatan : Cibalong
Jenis Wisata : Alam
Daya Tarik : Hutan, Cagar Alam

Pantai Cijeruk Indah 
SKW : Sancang
Kecamatan : Cibalong
Jenis Wisata : Alam
Daya Tarik : Pantai

Pantai Karang Paranje 
SKW : Sancang
Kecamatan : Cibalong
Jenis Wisata : Alam
Daya Tarik : Panorama Pantai


Sejarah Singkat Kabupaten Garut




  • Latar Belakang
    Sejarah Kabupaten Garut berawal dari pembubaran Kabupaten Limbangan pada tahun 1811 oleh Daendels dengan alasan produksi kopi dari daerah Limbangan menurun hingga titik paling rendah nol dan bupatinya menolak perintah menanam nila (indigo). Pada tanggal 16 Pebruari 1813, Letnan Gubernur di Indonesia yang pada waktu itu dijabat oleh Raffles, telah mengeluarkan Surat Keputusan tentang pembentukan kembali Kabupaten Limbangan yang beribu kota di Suci. Untuk sebuah Kota Kabupaten, keberadaan Suci dinilai tidak memenuhi persyaratan sebab daerah tersebut kawasannya cukup sempit.

    Berkaitan dengan hal tersebut, Bupati Limbangan Adipati Adiwijaya (1813-1831) membentuk panitia untuk mencari tempat yang cocok bagi Ibu Kota Kabupaten. Pada awalnya, panitia menemukan Cimurah, sekitar 3 Km sebelah Timur Suci (Saat ini kampung tersebut dikenal dengan nama Kampung Pidayeuheun). Akan tetapi di tempat tersebut air bersih sulit diperoleh sehingga tidak tepat menjadi Ibu Kota. Selanjutnya panitia mencari lokasi ke arah Barat Suci, sekitar 5 Km dan mendapatkan tempat yang cocok untuk dijadikan Ibu Kota. Selain tanahnya subur, tempat tersebut memiliki mata air yang mengalir ke Sungai Cimanuk serta pemandangannya indah dikelilingi gunung, seperti Gunung Cikuray, Gunung Papandayan, Gunung Guntur, Gunung Galunggung, Gunung Talaga Bodas dan Gunung Karacak.

    Saat ditemukan mata air berupa telaga kecil yang tertutup semak belukar berduri (Marantha), seorang panitia "kakarut" atau tergores tangannya sampai berdarah. Dalam rombongan panitia, turut pula seorang Eropa yang ikut membenahi atau "ngabaladah" tempat tersebut. Begitu melihat tangan salah seorang panitia tersebut berdarah, langsung bertanya : "Mengapa berdarah?" Orang yang tergores menjawab, tangannya kakarut. Orang Eropa atau Belanda tersebut menirukan kata kakarut dengan lidah yang tidak fasih sehingga sebutannya menjadi "gagarut".

    Sejak saat itu, para pekerja dalam rombongan panitia menamai tanaman berduri dengan sebutan "Ki Garut" dan telaganya dinamai "Ci Garut". (Lokasi telaga ini sekarang ditempati oleh bangunan SLTPI, SLTPII, dan SLTP IV Garut). Dengan ditemukannya Ci Garut, daerah sekitar itu dikenal dengan nama Garut.. Cetusan nama Garut tersebut direstui oleh Bupati Kabupaten Limbangan Adipati Adiwijaya untuk dijadikan Ibu Kota Kabupaten Limbangan. 

    Pada tanggal 15 September 1813 dilakukan peletakkan batu pertama pembangunan sarana dan prasarana ibukota, seperti tempat tinggal, pendopo, kantor asisten residen, mesjid, dan alun-alun. Di depan pendopo, antara alun-alun dengan pendopo terdapat "Babancong" tempat Bupati beserta pejabat pemerintahan lainnya menyampaikan pidato di depan publik. Setelah tempat-tempat tadi selesai dibangun, Ibu Kota Kabupaten Limbangan pindah dari Suci ke Garut sekitar Tahun 1821. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal No: 60 tertanggal 7 Mei 1913, nama Kabupaten Limbangan diganti menjadi Kabupaten Garut dan beribu kota Garut pada tanggal 1 Juli 1913. Pada waktu itu, Bupati yang sedang menjabat adalah RAA Wiratanudatar (1871-1915). Kota Garut pada saat itu meliputi tiga desa, yakni Desa Kota Kulon, Desa Kota Wetan, dan Desa Margawati. Kabupaten Garut meliputi Distrik-distrik Garut, Bayongbong, Cibatu, Tarogong, Leles, Balubur Limbangan, Cikajang, Bungbulang dan Pameungpeuk.

    Pada tahun 1915, RAA Wiratanudatar digantikan oleh keponakannya Adipati Suria Karta Legawa (1915-1929). Pada masa pemerintahannya tepatnya tanggal 14 Agustus 1925, berdasarkan keputusan Gubernur Jenderal, Kabupaten Garut disahkan menjadi daerah pemerintahan yang berdiri sendiri (otonom). Wewenang yang bersifat otonom berhak dijalankan Kabupaten Garut dalam beberapa hal, yakni berhubungan dengan masalah pemeliharaan jalan-jalan, jembatan-jembatan, kebersihan, dan poliklinik. Selama periode 1930-1942, Bupati yang menjabat di Kabupaten Garut adalah Adipati Moh. Musa Suria Kartalegawa. Ia diangkat menjadi Bupati Kabupaten Garut pada tahun 1929 menggantikan ayahnya Adipati Suria Karta Legawa (1915-1929).
    Perkembangan Fisik Kota
    Sampai tahun 1960-an, perkembangan fisik Kota Garut dibagi menjadi tiga periode, yakni pertama (1813-1920) berkembang secara linear. Pada masa itu di Kota Garut banyak didirikan bangunan oleh Pemerintah Kolonial Belanda untuk kepentingan pemerintahan, berinvestasi dalam usaha perkebunan, penggalian sumber mineral dan objek wisata. Pembangunan pemukiman penduduk, terutama disekitar alun-alun dan memanjang ke arah Timur sepanjang jalan Societeit Straat. 

    Periode kedua (1920-1940), Kota Garut berkembang secara konsentris. Perubahan itu terjadi karena pada periode pertama diberikan proyek pelayanan bagi penduduk. Wajah tatakota mulai berubah dengan berdirinya beberapa fasilitas kota, seperti stasiun kereta api, kantor pos, apotek, sekolah, hotel, pertokoan (milik orang Cina, Jepang, India dan Eropa) serta pasar.

    Periode ketiga (1940-1960-an), perkembangan Kota Garut cenderung mengikuti teori inti berganda. Perkembangan ini bisa dilihat pada zona-zona perdagangan, pendidikan, pemukiman dan pertumbuhan penduduk.
    Keadaan Umum Kota
    Pada awal abad ke-20, Kota Garut mengacu pada pola masyarakat yang heterogen sebagai akibat arus urbanisasi. Keanekaragaman masyarakat dan pertumbuhan Kota Garut erat kaitannya dengan usaha-usaha perkebunan dan objek wisata di daerah Garut. 
    Orang Belanda yang berjasa dalam pembangunan perkebunan dan pertanian di daerah Garut adalah K.F Holle. Untuk mengenang jasa-jasanya, pemerintah Kolonial Belanda mengabadikan nama Holle menjadi sebuah jalan di Kota Garut, yakni jalan Holle (Jl.Mandalagiri) dan membuat patung setengah dada Holle di Alun-alun Garut.

    Pembukaan perkebunan-perkebunan tersebut diikuti pula dengan pembangunan hotel-hotel pada Tahun 1917. Hotel-hotel tersebut merupakan tempat menginap dan hiburan bagi para pegawai perkebunan atau wisatawan yang datang dari luar negeri. Hotel-hotel di Kota Garut , yaitu Hotel Papandayan, Hotel Villa Dolce, Hotell Belvedere, dan Hotel Van Hengel.

    Di luar Kota Garut terdapat Hotel Ngamplang di Cilawu, Hotel Cisurupan di Cisurupan, Hotel Melayu di Tarogong, Hotel Bagendit di Banyuresmi, Hotel Kamojang di Samarang dan Hotel Cilauteureun di Pameungpeuk. Berita tentang Indahnya Kota Garut tersebar ke seluruh dunia, yang menjadikan Kota Garut sebagai tempat pariwisata.
    Penetapan Hari Jadi Garut
    Sebagaimana sudah disepakati sejak awal, semua kalangan masyarakat Garut telah menerima bahwa hari jadi Garut bukan jatuh pada tanggal 17 Mei 1913 yaitu saat penggantian nama Kabupaten Limbangan menjadi Kabupaten Garut, tetapi pada saat kawasan kota Garut mulai dibuka dan dibangun sarana prasarana sebagai persiapan ibukota Kabupaten Limbangan. Oleh karena itu, mulai tahun 1963 Hari Jadi Garut diperingati setiap tanggal 15 September berdasarkan temuan Tim Pencari Fakta Sejarah yang mengacu tanggal 15 September 1813 tersebut pada tulisan yang tertera di jembatan Leuwidaun sebelum direnovasi. Namun keyakinan masyarakat terhadap dasar pengambilan hari jadi Garut pun berubah. Dalam PERDA Kab. DT II Garut No. 11 Tahun 1981 tentang Penetapan Hari Jadi Garut yang diundangkan dalam Lembaran Daerah pada tanggal 30 Januari 1982, dinyatakan bahwa Hari Jadi Garut dipandang lebih tepat pada Tanggal 17 Maret 1813. 

    Penelusuran hari jadi Garut berpijak pada pertanyaan kapan pertama kali muncul istilah “Garut”. Seperti dijelaskan dalam Latar Belakang di atas, bahwa ungkapan itu muncul saat “ngabaladah” dalam mencari tempat untuk ibukota Kabupaten Limbangan yang diperintahkan R.A.A Adiwijaya sebagai Bupati yang dilantik pada tanggal 16 Februari 1813. Fakta tentang Jembatan Leuwidaun yang peletakkan batu pertamanya adalah tanggal 15 September 1918 juga tetap diperhitungkan. Dengan demikian, asal mula tercetus kata “Garut” adalah diyakini berada pada sebuah hari antara 16 Februari 1813 s.d. 15 September 1918.

    Dari berbagai penelusuran diketahui bahwa Bupati Adiwijaya dalam membuat kebijakan selalu meminta fatwa dari sesepuh yang diduga berkebudayaan Islam karena Suci berada di sekitar Godog, makam tokoh penyebar agama Islam. Bersumber pada tradisi tata perhitungan waktu masyarakat, diperkirakan bahwa panitia yang “ngabaladah” ibukota diperintahkan pada bulan Mulud sebagai bulan yang dianggap baik pada waktu itu. “Ngabaladah” tidak mungkin dilakukan pada tanggal 1 Mulud karena kepercayaan orang Sunda pada waktu itu adalah bahwa hari baik jatuh pada saat bulan purnama antara 12-14 Mulud. Karena, 12 mulud dianggap sebagai hari puncak peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW, maka yang paling diiyakini memungkinkan untuk “ngabaladah” adalah tanggal 14 Mulud. Menurut perhitungan waktu karya Roofer, hasil konversi tanggal 14 Mulud 1228 Hijriyah itu adalah tanggal 17 Maret 1913. 


Jumat, 18 Februari 2011

Tugas 1K ( Soal Kamis Pertama )


1.    Apa yang saudara ketahui tentang Manajemen?
a. pengertian Manajemen Menurut James A.F. Stoner
Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasia, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan semua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mecapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
b. Pengertian Manajemen Menurut Mary Parker Follet
Manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus.

2.    Sebutkan dan Jelaskan Fungsi-fungsi Manajemen?
- Perencanaan ( Planning )
Kegiatan seseoarang manajer adalah menyusun rencana. Menyusun rencana berarti memikirkan apapun yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Agar dapt membuat rencana teratur dan logis, sebelumnya harus ada keputusan terlebih dahulu sebagai petunjuk langkah-langkah selanjutnya.
-Pengorganisasian ( Organizing )
Pengorganisasian berarti menciptakan suatu struktur dengan bagian-bagian yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga hubungan antara bagian-bagian satu sama lain dipengaruhi oleh hubungan mereka dengan keseluruhan struktur tersebut.
Pengorganisasian bertujuanb membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. selain itu, mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibtuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut.
-Menggerakkan ( Actuating )
Menggerakan adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. jadi Actuating artinya adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang di khendaki secara efektif. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan ( Leadership )

3.    Sebutkan Faktor-faktor produksi ( sumber-sumber ) Organisasi & Metode :

-Manusia atau Tenaga Kerja
-Uang atau Biaya
Bahan-bahan atau Material
Mesin dan peralatan ( Mechines & Equipment )
sumber-sumber diatas menurut George R Terry disebut 6M ( the six M's in manageent ) dengan menambah 2 sumber lagi, diantaranya adalah :
-Tata kerja ( Methods )
-Pasar ( Market )
Dalam kegiatan manajemen ke-6 sumber diatas mutlak diperlukan teteapi dalam sudut pandang O & M, Methods & Market tidak disebut sebagai sumber. methhods hanyalah cara yang dipergunakan sedangkan marker adalah wadahn untuk memperluas sasaran kegiatan.

4. Apakah Manajemen, Organisasi serta Metode mempunyai kaitan dan hubungan, jelaskan menurut pendapat saudara !

menurut pendapat saya dalam suatu manajemen, organisasi dan metode mempunya hubungan karna mempunyai timbal balik antara manajemen, organisasi dan metode.
hubungan timbal balik antara manajemen, organisasi dan tata kerja ( Metode )
kuatnya hubungan timbal balik antara manajemen, organisasi dan metode dapat dilihat dari gambar di bawah ini untuk mencapai tujuan kegiatanya tidak dapat dipisahkan:

Sumber : Google

Selasa, 15 Februari 2011

TUGAS 1S ( 1S = Senin Pertama )


Pilihlah jawaban yang paling benar dari 10 soal PG dibawah ini:

1.         Organisasi bersifat memberikan adanya suatu kepastian dan ketentuan tentang pelaksanaan kerja, dimana sekelompok manusia ada karena ingin bekerjasama tidak heran kalau organisasi tersebut mempunyai sifat tetap. Ini merupakan istilah organisasi dipandang sebagai:
      a. Proses                                                   c. Ilmu dan Seni
      b. Wadah                                                 d. Filsafat


      2.      Proses dari kegiatan seorang manajer bagaimana mengambil keputusan yang terbaik melalui kerjasama dengan orang lain tanpa mengabaikan sumber-sumber yang tersedia untuk pencapaian tujuan:
      a. Manajemen                                          c. Metode atau Tata kerja
b. Organisasi & Metode                           d. Organisasi


3.      Proses penyusunan pembagian kerja kedalam unit kerja dan fungsinya, penempatan orang yang tepat sesuai dengan perencanaan merupakan fungsi manajemen:
a. Planning                                                 c. Motivating
b. Organizing                                            d. Controlling


4. Yang termasuk kedalam dorongan yang sifatnya jasmaniah:
a. Kenaikan pangkat
b. Pemberian cuti
c. Pemberian tunjangan
d. Pendidikan dan pengembangan karir


5.      Alat yang biasa digunakan untuk pencapaian tujuan:
a. Manejemen                                             c. Sumber sumber
b. Tata kerja                                               d. Organisasi


6.      Untuk mencapai efisiensi haruslah dipenuhi syarat-syarat atau ukuran-ukuran seperti dibawah ini, kecuali:
a. Pelaksanaan kerja yang dapat dipertanggungjawabkan
b. Pembagian kerja yang nyata
c. Responsif dalam rencana
d. Prosedur kerja yang praktis


7.      Kegiatan dilaksanakn dengan tepat, Target tercapai sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan tetapi mutu dari hasil kerja juga harus diperhatikan, hal tersebut merupakan syarat ukuran efisiensi:
a. Ekonomis                                                c. Efektif
b. Produktif                                                d. Responsif


8.     Di Bawah ini adalah Fungsi manjaemen, kecuali:
a. Production (produksi)
b. Organizing (pengorganisasian)
c. Motivating (dorongan)
d. Controlling (pengawasan)


9.   Yang termasuk sumber-sumber manajemen (The six M’s Manajemen) yang dikemukakan
G. R. Terry adalah:
a. Money & planning                                   c. Methods & Organizing
b. Machine & Equipment                          d. Market & Production


10.  Kegiatan seorang manajer yang berhubungan dengan pengawasan, penyempurnaan dan penilaian dalam pencapaian tujuan, mengukur, melakukan tindakan korektif atas tindakan-tindakan merupakan bagian kegiatan dari:
      a. Planninng
      b. Organizing
      c. Motivating                                                      
d. Controlling