Senin, 31 Oktober 2011

E-commerce

E-commerce atau bisa disebut Perdagangan elektronik atau e-dagang adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.
E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.
E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.
Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:
1. Menyediakan harga kompetitif
2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.
7. Mempermudah kegiatan perdagangan
Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah:
* E-mail dan Messaging
* Content Management Systems
* Dokumen, spreadsheet, database
* Akunting dan sistem keuangan
* Informasi pengiriman dan pemesanan
* Pelaporan informasi dari klien dan enterprise
* Sistem pembayaran domestik dan internasional
* Newsgroup
* On-line Shopping
* Conferencing
* Online Banking
Perusahaan yang terkenal dalam bidang ini antara lain: eBay, Yahoo, Amazon.com, Google, dan Paypal. Untuk di Indonesia, bisa dilihat tradeworld.com, bhineka.com, fastncheap.com, dll.
di ambil dari bebagai sumber..

Jumat, 14 Oktober 2011

sekilas mengulas R Programing

pengertian modus adalah nilai atau data yang sering muncul.
median adalah untuk mencari nilai tengah.
mean adalah untuk mencari nilai rata-rata.
frekuensi adalah angka yang menunjukan seberapa kali suatu variabel berkurang dalam deretan angka tersebut atau berapa kalikah suatu variabel muncul dalam deretan angka tersebut
bentuk umum perintah untuk mencari modus,median,mean,dan frekuensi adalah:
modus=tbm+i (di/ (ditdz))
median=lenght (data)/2
mean=(sum(data)/length(data)
frekuensi=frek=function(x,y,z)
                       (data.41,51)
                         ................................
                         ................................
                         ................................
                         sampai frek =(data96,106)

Selasa, 11 Oktober 2011

Walikota Mochtar Divonis Bebas

foto

SELASA, 11 OKTOBER 2011 | 17:21 WIB




TEMPO Interaktif, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi akan segera mengajukan kasasi terhadap putusan bebas Walikota Bekasi nonaktif, Mochtar Mohamad. Lembaga antikorupsi ini mengaku kaget dengan putusan yang dikeluarkan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung itu. 


"Ini adalah peristiwa yang pertama kali dialami KPK," kata juru bicara KPK Johan Budi S.P. di kantornya, Selasa, 11 Oktober 2011.

Johan Budi mengatakan lembaganya yakin Mochtar melakukan korupsi karena bukti keterlibatannya sudah lengkap. Dengan dasar itu, lembaganya menuntut Mochtar 12 tahun penjara serta denda Rp 639 juta. "Kami tentu kaget karena alat bukti sudah cukup kuat."

Pengadilan Tipikor Bandung kembali membebaskan pimpinan daerah yang menjadi terdakwa korupsi, hari ini, Selasa, 11 Oktober 2011. Kali ini Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung membebaskan terdakwa Walikota Bekasi nonaktif, Mochtar Mohamad.

Vonis bebas untuk pimpinan daerah yang menjadi terdakwa korupsi ini adalah yang ketiga kalinya terjadi di Pengadilan Tipikor Bandung. Sebelumnya, pengadilan yang sama membebaskan Wakil Walikota Bogor Ahmad Ru'yat dan Bupati Subang Eep Hidayat dalam kasus korupsi yang berbeda.

Majelis hakim pimpinan Azharyadi mengatakan, terdakwa Mochtar tak terbukti terlibat dalam empat kasus korupsi yang didakwakan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi

Mochtar didakwa korupsi dengan empat kasus. Keempatnya, yakni penyalahgunaan dana prasmanan dialog dan audiensi tokoh masyarakat. Duit itu digunakan untuk melunasi hutang pribadi di Bank Jawa Barat Rp 639 juta.

Kemudian kasus suap anggota DPRD Bekasi untuk penyusunan APBD 2010 senilai Rp 4,25 miliar. Dia juga dituduh menyuap dua anggota Badan Pemeriksa Keuangan masing-masing Rp 500 juta dan Rp 400 juta.

Namun, tuduhan-tuduhan KPK itu dimentahkan Pengadilan Tipikor Bandung. Dalam sidang putusan yang dibacakan hari ini, hakim berpendapat bahwa Mochtar tak korupsi.

Hakim Azharyadi menyatakan terdakwa tak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi seperti diatur pasal 2 ayat (1), pasal 3, pasal 5 ayat (1), pasal 12 huruf e ataupun pasal 13 dan pasal 15 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Kedua, memutuskan membebaskan terdakwa dari seluruh dakwaan jaksa penuntut umum. Dan ketiga, memutuskan memulihkan harkat dan martabat terdakwa," ujar Azharyadi saat membacakan vonis dalam sidang tersebut.

Johan mengatakan lembaganya tidak punya kewenangan untuk mengintervensi putusan hakim. Sebab, institusi kehakiman adalah lembaga independen yang memiliki pandangan hukum tersendiri dalam menyidang kasus. Sedangkan KPK, kata dia, hanya berupaya untuk mempertahankan dakwaan dengan melakukan kasasi. "Kami sedang pelajari putusannya untuk bahan memori kasasi."



http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2011/10/11/brk,20111011-360926,id.html

Senin, 10 Oktober 2011

BERITA LUCU KPK VS DPR LENGKAP


RADAR JAMBI:TONI.S
 

Marzuki Alie Politik
Besok, Bibit-Chandra Kembali Temui DPR
Apakah Tim Pengawas Kasus Bank Century dari DPR menolak pula kehadiaran Bibit-Chandra?
Selasa, 1 Februari 2011, 16:38 WIB

Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah

Tim Pengawas Kasus Bank Century Dewan Perwakilan Rakyat besok mengagendakan rapat dengan Komisi Pemberantasan Korupsi. Jadwal ini sudah disusun jauh-jauh hari, sebelum kejadian penolakan Komisi III terhadap kehadiran dua pimpinan KPK Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah, 31 Januari 2011 yang terjadi kemarin.

Priyo Budi Santoso, salah satu ketua Timwas Century yang juga pimpinan DPR, menyatakan bahwa belum tentu Timwas Century besok juga ikut-ikutan Komisi III menolak kehadiran Bibit dan Chandra. "Mereka tidak otomatis ditolak oleh alat-alat kelengkapan DPR lainnya (di luar Komisi III," kata Priyo di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa 1 Februari 2011.

Apalagi, Timwas Century sangat mengharapkan kehadiran KPK untuk melihat sejauh mana perkembangan kerja komisi itu menangani dugaan korupsi dalam kasus Bank Century. Sedianya, sebelum ini KPK sudah dua kali diundang oleh Timwas Century. Namun dua kali itu pula mereka berhalangan hadir. Oleh karena itu, kehadiran KPK besok sebenarnya sudah dinanti Timwas.

Priyo bahkan mengatakan, selalu terbuka kemungkinan bagi Bibit dan Chandra untuk diterima kembali oleh Komisi III DPR. "Pasti kemungkinan itu ada," ujar Priyo. Apalagi, imbuhnya, bila KPK konsisten tidak menyalahgunakan kewenangannya yang begitu besar.

Politisi Golkar itu lantas berpesan kepada KPK agar jangan mau didikte oleh partai manapun itu. "Golkar sendiri jelas tidak pernah mendikte KPK," kata Priyo tanpa mau menyebut secara spesifik partai mana yang ia maksud.

Priyo pun mengatakan, persoalan penolakan Bibit dan Chandra oleh Komisi III tidak perlu diperpanjang dan dibawa ke rapat paripurna DPR. "Mohon (Komisi III) dimaklumi. Tidak perlu dipermasalahkan. Hal seperti itu biasa saja," tutur Priyo.

Sebelum ini, DPR memang sudah pernah menolak beberapa menteri dan pejabat tinggi negara dalam rapatnya. Dengan demikian, kejadian yang menimpa pimpinan KPK itu dinilai Priyo sudah lumrah.

Meski Komisi III bidang Hukum DPR sepakat tidak menerima Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah dalam rapatnya, namun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersikeras akan tetap datang berlima ke Senayan besok.

"Besok akan tetap datang berlima. Mudah-mudah enggak diusir lagi," kata Ketua KPK Busyro Muqoddas usai rapat koordinasi dengan Kapolri dan Jaksa Agung, Selasa 1 Februari 2011.


Politik
PKB: Tak Sopan Mengusir KPK
"Masa tamu yang diundang secara resmi oleh DPR, lantas diusir. Itu kan tidak sopan."
Selasa, 1 Februari 2011, 16:35 WIB

Marwan Ja'far (PKB) dan bukunya 

Penolakan sejumlah kelompok fraksi di Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat terhadap kehadiran pimpinan KPK Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah terus menuai kontroversi. Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Marwan Ja'far menyatakan, DPR tidak boleh mengusir pimpinan KPK karena ada asas kesetaraan antarlembaga negara.

"Itu kan rapat kerja resmi antara DPR dan KPK. Masa tamu yang diundang secara resmi oleh DPR, lantas diusir. Itu kan tidak sopan," kata Marwan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa 1 Februari 2011.

PKB merupakan salah satu fraksi yang tak sepakat dengan penolakan terhadap Bibit dan Chandra dalam rapat internal Komisi III, 1 Februari 2011 kemarin. PKB pun menyerukan kepada semua fraksi dan komisi di DPR untuk menghormati KPK, termasuk keputusan KPK yang menahan 19 politisi yang diduga terlibat kasus pemberian cek perjalanan terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior BI Miranda S. Goeltom tahun 2004.

"PKB mendukung langkah KPK untuk menegakkan hukum -- sekalipun itu mengorbankan mantan anggota parlemen," kata Marwan.

Politisi PKB sendiri tidak ada di daftar mantan anggota DPR yang ditahan oleh KPK. Ke-19 politisi yang ditahan itu berasal dari Partai Golkar, PDIP, dan PPP. Ketiga partai tersebut kemarin termasuk yang setuju dengan penolakan terhadap kehadiran Bibit-Chandra dengan alasan tidak menerima keputusan deponir terhadap keduanya.

Sebelumnya, Ketua DPP PAN Hafizs Tohir menyatakan, terdapat indikasi kuat bahwa anggota DPR nyata-nyata belum mampu keluar dari kepentingan kelompok. "Tindakan Komisi III sangat kental nuansa politis. Itu cenderung memperlihatkan politik balas dendam dan ketidakdewasaan dalam berdemokrasi," kata Hafizs.

Sementara Wakil Ketua DPR Pramono Anung menegaskan bahwa peristiwa di Komisi III tersebut merupakan realitas politik yang harus diterima semua pihak. "Persoalan ini sudah masuk wilayah politik. Bukan soal benar-salah dan fair-tidak fair," jelasnya.

Fraksi yang menolak kehadiran Bibit-Chandra di DPR adalah Golkar, PDIP, PPP, dan PKS. Sementara fraksi yang tidak mempersoalkannya adalah Dempkrat, PAN, PKB, dan Gerindra. Sedangkan perwakilan Hanura tidak hadir dalam voting internal Komisi III, sehingga dianggap abstain.


Akan Datang Berlima, KPK Harap Tak Diusir DPR
Dalam rapat selanjutnya, KPK akan datang dengan lima pimpinan.
Selasa, 1 Februari 2011, 15:02 WIB

Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah 

Meski Komisi III bidang Hukum DPR sepakat tidak menerima Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah dalam rapatnya, namun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersikeras akan tetap datang berlima ke Senayan.

"Besok akan tetap datang berlima. Mudah-mudah enggak diusir lagi," kata Ketua KPK Busyro Muqoddas usai rapat koordinasi dengan Kapolri dan Jaksa Agung, Selasa 1 Februari 2011.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Hukum DPR mempersoalkan status tersangka dua pimpinan KPK yakni Bibit dan Chandra meski Jaksa Agung sudah resmi meneken deponir. Dengan alasan itu Senin kemarin komisi itu sepakat menolak dua petinggi KPK itu ikut dalam rapat. DPR menilai kedua pimpinan ini tidak layak karena masih berstatus tersangka.

Rapat yang kemarin batal itu mestinya dilanjutkan hari ini. Tapi gagal juga. Kali ini karena KPK rapat dengan pihak dari Mabes Polri dan kejaksaan agung. Agenda rapat adalah soal kordinasi.

Jaksa Agung Basrief Arief menegaskan bahwa rapat koordinasi hari ini tidak spesifik membahas masalah deponir Bibit-Chandra. Ia menilai aksi para politisi Senayan itu tidak pas, di saat KPK mulai bangkit dan bekerja lagi.

"Saya rasa itu tidak pas. Tapi itu masalah politik dan bukan kompetensi saya," kata Basrief.

Di tempat terpisah, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Djoko Suyanto menegaskan bahwa Pemerintah mendukung KPK. Mendukung penuh lima komisioner yang ada.

Pemerintah hanya berharap KPK dapat bekerja secara utuh, walaupun status hukum dua dari lima pimpinannya dipermasalahkan. "Biarkan mereka secara utuh bekerja," jelas Djoko.


KPK Tanyakan Dasar Pelarangan Bibit-Chandra
Tjatur-FPAN: "Biasanya ada kompromi, ada silaturahmi, masing-masing mundur selangkah."
Selasa, 1 Februari 2011, 14:35 WIB

Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah

Rapat dengar pendapat Komisi III dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diskors kemarin dilanjutkan lagi siang ini, Selasa, 1 Februari 2011. Rapat dibuka Wakil Ketua Komisi III Tjatur Sapto Edy dengan membacakan surat dari pimpinan KPK yang tak bisa hadir. Setelah itu, rapat kemudian ditutup secara resmi.

Usai rapat, Tjatur Sapto Edy menjelaskan ada lima poin isi surat KPK. "Pertama, KPK sudah mengetahui keputusan rapat pleno Komisi III kemarin, yang intinya rapat dengar pendapat tetap dilanjutkan, tapi meminta dua pimpinan KPK tidak ikut hadir," kata Tjatur yang juga Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional itu.

Kedua, KPK berpendapat dengan adanya surat deponir yang dikeluarkan Kejaksaan Agung, maka kedua pimpinan KPK bukan lagi tersangka. Ketiga, sesuai undang-undang, pimpinan KPK adalah kolektif.

"Keempat, KPK mempertanyakan landasan hukum Komisi III yang menganggap dua pimpinan KPK ini masih sebagai tersangka," kata Tjatur.

Poin kelima, berkaitan dengan ketidakhadiran hari ini, dijelaskan bahwa pimpinan KPK memiliki agenda yang sudah terjadwal terlebih dahulu, yaitu rapat koordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan dan kemudian dilanjutkan rapat dengan Kementerian Keuangan.

Untuk menjawab isi surat ini, Tjatur menyatakan Komisi III akan menggelar rapat internal pada Rabu besok.

Secara pribadi, Tjatur menyatakan, wajar KPK berpendapat bahwa Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah bukan lagi tersangka. Namun, katanya lagi, sebagian anggota Komisi III punya pendapat berbeda. "Besok kami bahas lagi pendapat-pendapat itu," ujarnya.

Fraksi PAN sendiri, kata Tjatur, semula menyarankan agar Komisi III meminta fatwa Mahkamah Agung tentang apakah deponir otomatis menghilangkan status tersangka seseorang. Namun, rapat internal Komisi III kemarin menyatakan fatwa semacam itu tak diperlukan karena tidak mengikat secara hukum.

Tjatur sendiri optimistis, rapat internal besok akan memecahkan kebuntuan. "Biasanya ada kompromi, ada silaturahmi, masing-masing mundur selangkah," katanya. 


Politik
"Pelarangan Bibit-Chandra Bukan Balas Dendam"
Salah satu pendukung pelarangan mengklarifikasi. "Faktanya, anggaran KPK 2011 ini naik."
Selasa, 1 Februari 2011, 14:24 WIB

Bibit Samad dan Chandra M Hamzah 

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo, membantah tuduhan balas dendam pada Komisi Pemberantasan Korupsi melalui pelarangan dua komisioner KPK rapat dengan DPR.

"Tidak benar ada upaya dari DPR untuk membalas dendam, apalagi melemahkan KPK," ujar Bambang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 1 Februari 2011. "Faktanya, anggaran KPK tahun 2011 ini dinaikkan oleh DPR," ujar Bambang.

Bambang justru mengaku prihatin dengan tidak terungkapnya pihak-pihak tertentu yang mengkriminalisasi KPK, karena terlanjur ada keputusan deponir oleh Kejaksaan Agung terhadap Bibit dan Chandra. Pelarangan itu, kata Bambang, untuk mengkritik deponir itu sendiri.

Ia kembali menegaskan keyakinannya bahwa KPK tidak bersalah. "Deponir hanya dijadikan alat untuk melindungi otak kriminalisasi KPK," katanya. "Komisi III justru berkeyakinan, tidak ada fakta dan bukti yang mencukupi untuk menahan pimpinan KPK."

Sementara itu, Ketua PAN Hafizs Tohir berpendapat, penolakan Komisi III DPR atas kehadiran pimpinan KPK Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah, tak bisa dilepaskan dari kepentingan politik. "Tindakan itu sangat kental kental nuansa politisnya," kata Hafisz.

"Sikap Komisi III cenderung memperlihatkan politik balas dendam dan ketidakdewasaan dalam berdemokrasi," ujar Hafizs.

Menurutnya, jika Komisi III hendak mempersoalkan status hukum Bibit dan Chandra, seharusnya mereka bertanya langsung kepada Jaksa Agung yang mengeluarkan keputusan deponir. "Bukannya dengan menolak Bibit-Chandra. Itu melanggar kode etik, dan dapat dikatakan bertentangan dengan konstitusi."

PAN merupakan salah satu fraksi di Komisi III yang tidak setuju dengan penolakan Bibit-Chandra, bersama dengan Demokrat dan PKB. Namun mereka kalah suara dalam voting dengan gabungan suara Golkar, PDIP, PKS, PPP, dan Gerindra.


Priyo-FPG: Soal Bibit-Chandra, Tutup Buku
"Jaksa Agung punya kewenangan untuk melakukan deponir. Jadi soal ini sudah selesai."
Selasa, 1 Februari 2011, 13:45 WIB

Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Priyo Budi Santoso 

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI dari Fraksi Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, menyatakan deponir kasus Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah tidak perlu dipersoalkan lagi. Pelarangan mereka untuk menghadiri rapat di Komisi III, masih kata Priyo, juga tidak terkait dengan komitmen mendukung koalisi pemerintahan SBY-Boediono.

"Jaksa Agung punya kewenangan untuk melakukan deponir. Jadi soal Bibit-Chandra sudah selesai. Tutup buku," kata Priyo di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa 1 Februari 2011.

Meski demikian, selaku pimpinan Dewan, Priyo meminta semua pihak untuk juga menghormati proses dan dinamika yang berlangsung di Komisi III DPR. "Tidak ada balas dendam atau balas budi. Sejauh Komisi III melaksanakan tugas konstitusionalnya, tidak masalah. Mohon dimaklumi," ujar Priyo.

Politisi Golkar itu menyatakan, penolakan Komisi III terhadap Bibit-Chandra tidak otomatis diikuti oleh alat-alat kelengkapan DPR lain, termasuk Tim Pengawas Century yang pada pekan depan mengagendakan rapat dengan KPK. "Itu kan peristiwa di Komisi III saja," ujarnya.

Menurut Priyo, penolakan terhadap Bibit-Chandra bukanlah hal luar biasa. "Itu lumrah terjadi. Biasa saja," katanya. Sebelumnya, komisi lain di DPR juga pernah menolak kehadiran menteri dan pejabat tinggi negara. "Jadi kenapa kalau KPK dipersoalkan?" ujarnya.

Priyo berniat meminta penjelasan Komisi III terkait langkah mereka yang kemudian luas dikecam itu. 

Priyo juga membantah bila insiden di Komisi III tersebut menunjukkan adanya perpecahan dalam koalisi pemerintah. Seperti diketahui, anggota Komisi III dari tiga partai koalisi pemerintah--Demokrat, PAN, dan PKB--menyatakan menerima kehadiran Bibit dan Chandra, sedangkan tiga lainnya--Golkar, PPP, dan PKS--menolak. "Ini tidak ada hubungannya dengan koalisi. Itu murni dinamika di lapangan. Koalisi tidak mendikte," katanya.

Pelarangan Bibit-Chandra
"Gayus yang Terpidana Saja Dipanggil"
"Kita sendiri kan ada rencana mau memanggil Gayus yang sudah terpidana."
Selasa, 1 Februari 2011, 13:44 WIB

Marzuki Alie

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie mengatakan persoalan Komisi III melarang dua komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi ikut rapat akan dibawa ke rapat pimpinan DPR. Menurut dia, hari ini pimpinan Komisi III akan melaporkan hasil rapat kerja kemarin ke pimpinan.

"Komisi III akan melaporkan hari ini," kata Marzuki di DPR, Selasa 1 Februari 2011.

Menurut dia, sikap Komisi III itu akan dibicarakan dalam rapat pimpinan, Badan Musyawarah dan dibawa ke paripurna. "Kan masih terjadi pertentangan ada setuju dan tidak setuju. Artinya dari persoalan itu sendiri suara tidak bulat," ujar mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu.

Marzuki mengungkapkan, KPK datang ke Komisi III karena mendapat undangan untuk dimintai keterangan. Sebab itu, mestinya Komisi III menghargai, bukan mempermasalahkan status yang diundangnya. "Yang mengundang kan Komisi III, tentu kan orang yang diundang kan sebagai tamu dilihat konteks daripada undangan," ujarnya.

Menurutnya, mestinya dalam meminta keterangan, siapapun orangnya dalam posisi apapun seharusnya dihargai. "Kita minta keterangan iya kan. Kita mengundang untuk meminta keterangan. Kita sendiri kan ada rencana mau memanggil Gayus seorang yang sudah terpidana artinya yang kita pentingkan kan keterangannya bukan status terpidananya," ujarnya.

"Nah, sama dengan komisi III memanggil KPK kita mengundang kan untuk meminta keterangan tentang kinerja KPK dan sebagainya. Kalau kita mempunyai perbedaan pandangan dengan Bibit dan Chandra, kan ada Busyro."

Kemarin, sejumlah fraksi seperti Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan menolak kehadiran Bibit dan Chandra di rapat dengar pendapat. Menurut mereka, Bibit dan Chandra dimasalahkan karena masih berstatus tersangka.

Profil Prabowo Subianto





Prabowo Subianto Djojohadikusumo. Pria yang lahir diJakarta pada tanggal 17 Oktober 1951 ini merupakan perwira brilian dengan karir yang naik secepat kilat. Beliau lulus dari akademi militer tahun 1974. Namanya tidak bisa dilepaskan dari Korps Baret Merah, Kopassus. Satuan paling elit milik TNI AD.
Prabowo meniti karirnya di Kopassus. Mulai dari komandan peleton hingga akhirnya menjadi Komandan Jenderal Kopassus dengan pangkat Mayor Jenderal. Sebagai perwira Kopassus, sudah tentu Prabowo sering keluar masuk hutan untuk bertempur. Pengalaman tempurnya tidak perlu ditanya. Mulai dari Timor-Timur hingga pedalaman Irian pernah dijalaninya. Di mata anak buahnya Prabowo dikenal tegas dan berambisi. Tak jarang ia mengeluarkan dana dari kocek pribadi untuk biaya latihan anak buahnya. Prabowo juga dikenal dekat dengan anak buahnya. Tidak heran, banyak perwira maupun prajurit yang loyal padanya.
Prabowo mengembangkan Kopassus dari tiga grup menjadi lima grup. Termasuk mengembangkan satuan antiteror Kopassus yang disebut-sebut merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Prabowo merupakan lulusan sekolah antiteror GSG di Jerman Barat. Selain itu ia mengecap pula pendidikan pasukan elit di Fort Braggs, AS.  Menantu mantan Presiden Soeharto ini menjadi Letnan Jenderal termuda dalam usia 46 tahun. Jabatan bergengsi Panglima Kostrad telah disandangnya. Tinggal selangkah menjadi KSAD dan akhirnya mencapai posisi puncak militer, Panglima TNI.
Pengabdian memang tak mengenal ruang dan waktu. Yang penting, bagi Prabowo, pengabdian harus dilandasi oleh komitmen dan kesungguhan untuk menjadi yang terbaik. Tentang ini, perjalanan hidup Prabowo – yang hampir separonya diabdikan sebagai prajurit TNI AD – memberi kesaksian penting ihwal bagaimana pengabdian dilakukan. Juga, bagaimana menyikapi risiko dari sebuah keputusan. Jika dicermati, perjalanan hidup Prabowo memang penuh mozaik dan sarat dengan cerita mengharu biru. Suatu perjalanan yang membuatnya lekat dengan pujian, sekaligus cercaan.
Sejarah mencatat, pengabdian 24 tahun Prabowo dalam dinas militer tidak sekadar mengantarkannya menjadi jenderal berbintang tiga. Namun, sekaligus meneguhkan reputasi pribadinya, hingga tercatat sebagai salah seorang tokoh yang berperan dan menjadi saksi penting dalam sejarah republik. Sebagai perwira TNI AD, reputasi alumnus Akabri Magelang (1974) ini memang membanggakan. Karier militernya – yang banyak diisi dengan penugasan di satuan tempur – terhitung lempang. Pada masanya, Prabowo bahkan sempat dikenal sebagai the brightest star, bintang paling bersinar di jajaran militer Indonesia. Dialah jenderal termuda yang meraih tiga bintang pada usia 46 tahun. Ia juga dikenal cerdas dan berpengaruh, seiring dengan penempatannya sebagai penyandang tongkat komando di pos-pos strategis TNI AD.
Nama Prabowo mulai diperhitungkan, terutama sejak ia menjabat Komandan Jenderal Kopassus (1996) dan aktif memelopori pemekaran satuan baret merah itu. Dua tahun kemudian, ayah satu anak ini dipromosikan menjadi Panglima Kostrad. Posisi strategis yang, sayangnya, tidak lebih dari dua bulan ia tempati. Karier gemilang Prabowo memang kemudian meredup seketika. Sehari setelah Presiden Soeharto, mundur dari kekuasaan, 21 Mei 1998, Prabowo – yang ketika itu menantu Soeharto – ikut digusur. Ia dimutasikan menjadi Komandan Sesko ABRI, sebelum akhirnya pensiun dini. Berbarengan dengan itu, bintang di pentas militer itu lantas diberondong dengan aneka tudingan.
Mulai dari tudingan bahwa dialah dalang (mastermind) dari serangkaian aksi penculikan para aktivis, penembakan mahasiswa Trisakti, penyulut kerusuhan Mei 1998, hingga menerabas ke isu seputar klik dan intrik di kalangan elite ABRI. Mulai dari tudingan adanya “pertemuan konspirasi” di Markas Kostrad pada 14 Mei 1998, tuduhan hendak melakukan kudeta yang dikaitkan dengan isu “pengepungan” kediaman Presiden B.J. Habibie oleh pasukan Kostrad dan Kopassus, sampai ke pembeberan sifat-sifat pribadinya. Lebih mengenaskan lagi, hampir semua kekacauan di tanah air sebelum dan sesudah Mei 1998 nyaris selalu dipertautkan dengan Prabowo. Tetapi itu semua tidak membuat Prabowo lantas patah semangat.
Setelah hiruk-pikuk 1998 berlalu, yang berujung dengan berakhirnya masa dinas militernya, Prabowo kemudian terbang ke Inggris, sebelum bermukim di Yordania. Dari sinilah, ia mulai merintis karier sebagai pengusaha. Sebagai putra dari keluarga begawan ekonomi Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo, Prabowo sebenarnya tak terlalu asing dengan dunia usaha. Apalagi, selain ayahnya, anggota keluarga yang lain umumnya juga menekuni dunia
Pensiun dari dinas militer, Prabowo beralih menjadi pengusaha. Ia mengabdi pada dua dunia. Nama mantan Pangkostrad dan Danjen Kopassus ini kembali mencuat, menyusul keikutsertaannya dalam konvensi calon presiden Partai Golkar. Kemudian dalam Musyawarah Nasional (Munas) VI Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Kongres V Petani 5 Desember 2004 di Jakarta, dia terpilih menjadi Ketua Umum HKTI periode 2004-2009 menggantikan Siswono Yudo Husodo dengan memperoleh 309 suara, mengalahkan Sekjen HKTI Agusdin Pulungan, yang hanya meraih 15 suara dan satu abstein dari total 325 suara.
Putera begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo ini telah kembali ke ladang pengabdian negerinya. Tak berlebihan untuk mengatakannya demikian. Maklum, kendati sudah hampir tiga tahun pulang ke tanah air – setelah sempat menetap di Amman, Yordania – Prabowo praktis tak pernah muncul di depan publik. Apalagi, ikut nimbrung dalam hiruk-pikuk perpolitikan yang sarat dengan adu-kepentingan segelintir elite.
Tak berbeda dengan di militer, karier Prabowo di dunia usaha pun melesat cepat. Selain karena kesungguhan dan kerja keras, ia juga tergolong cepat belajar. Kini, lima tahun setelah pensiun, ia telah memimpin armada bisnis di bawah payung Nusantara Group. Wilayah usahanya terentang dari Kalimantan Timur hingga Kazakhstan. Dari kelapa sawit, perikanan, pertanian, bubur kertas (pulp) hingga minyak dan pertambangan. ”Militer dan bisnis sama saja. Sama-sama lahan untuk mengabdi, dan sama-sama banyak tantangan yang mesti dihadapi,” tutur Prabowo, yang gigih menawarkan konsep ekonomi kerakyatan dalam visi-misinya sebagai capres Partai GERINDRA.
Mantan menantu Soeharto ini lebih memilih menekuni kesibukan baru sebagai pengusaha. ”Kalau bukan karena dorongan teman-teman dan panggilan nurani untuk ikut memulihkan negara dari kondisi keterpurukan, ingin rasanya saya tetap mengabdi di jalur bisnis. Saya ingin jadi petani,” ucap Prabowo. Diakui, keikutsertaannya dalam konvensi Partai Golkar bukan dilatarbelakangi oleh hasrat, apalagi ambisi untuk berkuasa. Seperti sering diucapkan, bahkan sejak masih aktif dalam dinas militer, dirinya telah bersumpah hendak mengisi hidupnya untuk mengabdi kepada bangsa dan rakyat Indonesia.
Prabowo sangat paham, menjadi capres – apalagi kemudian terpilih sebagai presiden – bukan pilihan enak. Karena, siapa pun nanti yang dipilih rakyat untuk memimpin republik niscaya bakal menghadapi tugas yang maha berat. ”Karenanya, Pemilu 2004 merupakan momentum yang sangat strategis untuk memilih pemimpin bangsa yang tidak saja bertaqwa, tapi juga bermoral, punya leadership kuat dan visi yang jelas untuk memperbaiki bangsa,” tambahnya.
Bagi sebagian orang, rasanya aneh menyaksikan sosok Prabowo Subianto tanpa seragam militer. Tampil rapi dengan setelan PDH warna kelabu, lelaki 52 tahun itu memang terlihat lebih rileks jika dibandingkan semasa masih dinas aktif dulu. Senyumnya mengembang dan tak sungkan berbaur dengan masyarakat – utamanya kader-kader Partai Golkar – yang antusias menyambut kedatangannya di beberapa kota. Dalam setiap orasi selama mengikuti tahapan konvensi calon presiden Partai Golkar, Prabowo bahkan amat fasih bertutur tentang kesulitan yang mengimpit para petani dan nelayan, serta beraneka problem riil di masyarakat yang kian mengenaskan. ”Situasi ini harus cepat diakhiri. Kita harus bangkit dari kondisi keterpurukan dan membangun kembali Indonesia yang sejahtera,” ujarnya di atas podium.
Prabowo kembali ke kancah politik nasional dengan menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Namun hanya 4,5 persen suara yang diraup partai berlambang Kepala Garuda ini dalam pemilu 2009. Ia masih harus memastikan tiketnya untuk bisa maju dalam pilpres 2009 dengan menggandeng PDIP. Bersama dengan Megawati Soekarnoputri atau disingkat Mega Pro ini juga telah menelurkan jargon 'Mega pro rakyat kecil'.  Jargon ini seolah ingin menyindir pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono yang dianggap pro terhadap sistem ekonomi barat atau lebih dikenal dengan sebutan neoliberal. Pasangan  yang diusung oleh PDI Perjuangan dan Partai Gerindra ini juga akan mendeklarasikan diri sebagai pasangan capres dan cawapres di perkampungan kumuh, sebagai antitesa dari deklarasi pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono atau disingkat SBY Berbudi, yang digambarkan mewah dan 'keamerika-amerikaan'. “Prabowo seorang negarawan yang sudah capek melihat bangsa dan rakyatnya miskin dan menderita, ia ingin mensejahterakan rakyatnya dan membuat Indonesia mandiri dan makmur.”

ASAL-USUL PANCASILA




Ada tiga teori yang mengkaji asal-usul Pancasila. TEORI PERTAMA menyatakan, Pancasila berasal dari bumi Indonesia, lahir akibat proses kebudayaan bangsa Indonesia yang beragam, kemudian dirumuskan oleh para pendiri bangsa ini sejak zaman penjajah Jepang bercokol di Indonesia.
Pancasila, menurut teori ini, merupakan ramuan yang mencakup semua ajaran agama yang hidup di Indonesia, pandangan hidup yang diwarisi dari nenek moyang dan gagasan pemikiran modern yang diperoleh dari para sarjana Indonesia didikan Barat pada masa penjajahan Belanda.
Berdasarkan sumberdaya semacam itulah Indonesia merdeka dibangun, di atas perpaduan yang harmonis dalam menampung segala macam keyakinan agama, ideologi perjuangan, dan paham kemasyarakatan yang tumbuh di seluruh wilayah Indonesia, selama masa perjuangan melawan penjajah Belanda dan Jepang.
Perpaduan ini mengambil prinsip-prinsip yang dianggap mewakili cita-cita semua golongan bangsa Indonesia yang memperjuangkan negara Indonesia merdeka, termasuk di dalamnya cita-cita umat Islam Indonesia.
Menurut teori ini, dalam merumuskan Pancasila, Soekarno telah berhasil memadukan aspirasi para pemimpin Islam ketika itu, yang berhasrat menjadikan Islam sebagai ideologi dan dasar negara, dengan cara memasukkan ke-Tuhan-an sebagai salah satu silanya.
Dalam ide pokok konsepsi ini, agaknya Pancasila ingin berdiri sebagai wakil kepercayaan seluruh umat beragama di negeri ini. Dalam perkembangan berikutnya, penguasa ingin mencari kepastian hukum atas keinginan tersebut, yang pada gilirannya melahirkan doktrin azas tunggal, dengan tujuan pokoknya “Mempancasilakan Umat Beragama”.
TEORI KEDUA menyatakan, Pancasila yang dikemukakan oleh beberapa orang pemimpin pergerakan Indonesia di dalam rapat BPUPKI dalam sidangnya pada bulan Juni 1945, adalah pengaruh dari kode moral ajaran Budha yang telah menjadi tuntunan dan tatanan hidup sehari-hari di dalam masyarakat, terutama masyarakat Jawa.
TEORI KETIGA menyatakan, Pancasila yang digagas oleh Mohamad Yamin, Soepomo,
dan Ir. Soekarno adalah kepanjangan dari doktrin zionis yang telah dipropagandakan oleh tokoh-tokoh freemasonry di Asia pada umumnya, dan Asia Tenggara pada khususnya.
Teori ketiga ini dikemukakan oleh Abdullah Patani dalam risalah kecil berjudul “Freemasonry di Asia Tenggara”. Untuk membuktikan kebenaran teorinya itu, Abdullah Patani telah menunjukkan adanya persamaan antara sila-sila Pancasila dengan Khams Qanun Zionis, dan azas-azas ideologi negara yang dikemukakan oleh Nehru di India, Dr. Sun Yat Sen di Cina, Pridi Banoyong di Thailand, dan Andres Bonivasio di Filipina.
Adanya persamaan sila-sila yang lima tersebut, Abdullah Patani menyimpulkan, bahwa hal tersebut tidak dapat dikatakan sebagai sekedar persamaan gagasan secara kebetulan, melainkan pasti terdapat pengaruh kuat doktrin zionisme para tokoh-tokoh tersebut.
Soekarno dalam suatu pidato yang disampaikan di hadapan rapat BPUPKI (tanggal 1 Juni 1945) dengan terus terang mengakui bahwa ia terpengaruh oleh pemikiran Dr. Sun Yat Sen yang telah merumuskan dasar ideologinya dengan nama “San Min Chu I”. Soekarno juga mengakui, semasa berumur 16-17 tahun telah mendapat ajaran tentang paham internasionalisme dari seorang guru Belanda di Surabaya bernama A. Baars.
Abdullah Patani menyatakan, ideologi yang diambil oleh Dr. Sun Yat Sen berasal dari doktrin zionisme melalui gagasan Freemasonry Asia, dimana Sun Yat Sen termasuk anggotanya.
Soekarno pernah mengatakan, Pancasila merupakan dasar dan ideologi yang menampung semua aliran dan paham yang hidup di dalam masyarakat Indonesia. Namun Soekarno tidak menjelaskan bagaimana kongkritnya pelaksanaan sila-sila tersebut agar benar-benar dapat mewujudkan tatanan yang dikehendaki oleh masing-masing paham dan agama yang ada di Indonesia.
Soekarno jugaa sering melontarkan semboyan, bahwa semua agama itu sama, karena semua agama bertujuan mencapai kebaikan hidup. Semboyan itu, menurut Abdullah Patani, sama persis dengan doktrin freemasonry yang biasa disebut dengan floatisme.
Floatisme bertujuan mengambangkan keyakinan semua umat beragama, sehingga setiap pemeluk agama tidak boleh menyatakan keyakinannya secara khusus di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Setiap pemeluk agama harus mencari titik persamaan agar kehidupan berbangsa dan bernegara tidak didominasi oleh satu ajaran agama tertentu saja.
Bukan hanya Soekarno yang menganut floatsime (doktrin freemasonry) juga Mr. Mohamad Yamin, Mr. Soepomo, bahkan Haji Agus Salim.
(Dikutip dari buku berjudul “Doktrin Zionisme dan Ideologi Pancasila”, Wihdah Press, Yogyakarta)

Arti Kata Pancasila


Secara kausalitas proses terjadinya pancasila dapat di badakan menjadi dua yaitu: asal mula yang langsung dan asal mula yang tidak langsung. Adapun pengertian asal mula tersebut adalah sebagai berikut :
1. Asal Mula yang Langsung
Pengertian asal mula secara ilmiah filsafati di bedakan menjadi empat yaitu: Kausa Materialis, Kausa Formalis, Kausa Efficient, dan Kausa Finalis.

Asal mula yang langsung terjadinya Pancasila sebagi dasar filsafat Negara yaitu asal mula yang sesudah dan menjelang Proklamasi Kemerdekaan sejak di rumuskan oleh para pendiri bangsa sejak Sidang BPUPKI pertama, Panitia Sembilan, Sidang BPUPKI kedua, dan siding PPKI dan pemecahannya. Adapun rincian asal mula langsung Pancasila menurut Notonegoro adalah sebagai berikut :
a. Asal mula bahan (Kausa Materialis)
Asal bahan Pancasila adalah bangsa Indonesia itu sendiri karena Pancasila di gali dari nilai-nilai, adat-istiadat, kebudayaan serta nilai-nilai religius yang terdapat dalam kehidupan sehari hari.
b. Asal mula bentuk (Kausa Formalis)
Hal ini di maksudkan bagaimana asal mula bentuk atau bagaimana bentuk Pancasila itu di rumuskan sebagaimana termuat dalam Pembukaan UUD 1945. maka asal mula bentuk Pancasila adalah Soekarno bersama-sama dengan Drs. Moh Hatta serta anggota BPUPKI lainya merumuskan dan membahas pancasila terutama hubungan bentuk,rumusan dan nama Pancasila.
c. Asal mula karya (Kausa Efficient)
AsaL mula karya yaitu asal mula yang menjadikan Pancasila dari calon dasar Negara menjadi dasar Negara yang satu. Adapun asal mula karya adalah PPKI sebagai pembentuk Negara dan atas dasar pembentuk Negara tang mengesahkan Pncasila menjadi dasar Negara yang sah, setelah melakukan pembahasan baik yang di lakukan oleh BPUPKI , Panitia Sembilan.
d. Asal mula tujuan ( Kausa finalis )
Pancasila dirumuskan dan dibahas dalam sidang-sidang pendiri Negara bertujuan untuk menjadikan Pancasila itu sebagai dasar Negara. Oleh karena itu asal mual tujuan tersebut adalah para anggota BPUPKI dan Panitia Sembilan termasuk Soekarno dan Hatta yang menentukan tujuan dirumuskannya pancasila sebelum ditetapkan oleh PPKIsebagai dasar Negara yang sah.
2. Asal mula yang tidak langsung
Secara kausalitas asal mula yang tidak langsung Pancasila adalah asal mula sebelum proklamasi kemerdekaan. Berarti bahwa asala mula nilai-nilai Pancasila yang terdapat dalam adapt-istiadat, dalam kebudayaan serta dalam nialai-nilai agama bangsa Indonesia. Maka asal mula tidak langsung Pancasila bilamana di rinci adalah sebagai berikut :
a. unsur unsur Pancasila tersebut sebelum secara langsung dirumuskan menjadi dasar filsafat Negara. Nilai-nilainya yaitu nilai keTuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, nilal keadilan telah ada dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia sebelum membentuk Negara.
b. Nilai-nilai tersebut terkandung dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk Negara, yang berupa nilai-nilai adat istiadat, nilai kebudayaan serta nilai religius. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman dalam memecahkan problema kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia.
Dengan demikian dapat disimpulakan bahwa asal mula tidak langsung Pancasila pada hakikatnya bangsa Indonesia sendiri, atau dengan kata lain bangsa Indonesia sebagai “Kausa materialis” atau sebagai asal mula tidak langsung nilai-nilai Pancasila.
Arti Pancasila berasal dari bahasa sansekerta India (kasta brahmana). sedangkan menurut Muh Yamin, dalam bahasa sansekerta , memiliki dua macam arti secara leksikal yaitu : panca : yang artinya lima, syila : vokal i pendek, yang artinya batu sendi, alas, atau dasar. Syiila vokal i panjang artinya peraturan tingkah laku yang baik atau penting.
Kata kata tersebut kemudian dalam bahasa indonesia terutama bahasa jawa diartikan “susila” yang memiliki hubungan dengan moralitas. oleh karena itu secara etimologi kata “pancasila” yang dimaksud adalah istilah “pancasyila” dengan vokal i yang memiliki makna leksikal “berbatu sendi lima” atau secara harfiah “dasar yang memiliki lima unsur”. adapun istilah “pancasyiila” dengan huruf Dewanagari i bermakna “lima aturan tingkah laku yang penting”

Jadi demikianlah tinjauan pancasila dari segi kausalitas, sehingga memberikan dasar –dasar ilmiah bahwa Pancasila itu pada hakikatnya adalah sebagi pandangan hidup bangsa Indonesia, yang jauh sebelum bangsa Indonesia membentuk Negara nilai-nilai tersebut telah tercermin dan teramalkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu tinjaun kausalitas tersebut memberikan bukti secara ilmiah bahwa Pancasila merupakan bukan hasil perenungan atau pemikiran sekelompok orang bahkan Pancasila juga bukan merupakan hasil sintesa paham-paham besar dunia, melainkan nilai-nilai Pancasila secara tidak langsung telah terkandung dalam pandangan hidup bangsa Indonesia.


http://indonesiaputra.blogspot.com/2011/01/arti-kata-pancasila.html